Watching Black Sea

Film ini memuakkan, tapi nyata. Manusia bisa melakukan for pride and money, sekaligus feeding their ego. GERAM!

# ignoring the survival kits. Kl disini, baju pelampung. Kl di titanic, sekoci. Se optimis apapun lo, safety is no.1
# ngancurin satu2nya radio komunikasi. No backdoors? Oh, cmon!
# harta atau nyawa, does really exist.
# dan gw benci banget sama (english)man yg selalu ngerasa superior, paling benar, dan memanfaatkan org lain. Kurasa di dunia nyata, ya emg si white men ini sebenernya selalu salah tp play victim kemudian berbuat seenak udelnya bahkan menindas.

Anw.. gimana ya rasanya berada di dasar laut di dalam kapal selam ?? 😟😟

Watching Black Sea

View on Path

Selamat Datang Gen-Z!

feMz:

somehow agak mengerikan tapi menjanjikan.
lieur.

Originally posted on LINIMASA:

Sementara Millennials sudah masuk kerja dan mengambil alih posisi professional di banyak perusahaan, gelombang berikutnya dalam perkembangan. Seperti biasa, bisnis yang harus menyesuaikan diri. Kalu sejak Generasi-X saja sudah banyak mengeluh, Industri yang seperti ini dijamin akan gulung tikar ketika Millennials membuang muka dari mereka. Bisnis butuh satu dekade untuk memahami Millennials. Sekarang, selamat datang Gen-Z!

image

Generation Z, adalah anak-anak yang lahir akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000-an. Masuk usia dewasa di tahun 2010, lalu mencapai usia kerja tahun 2015—2025. Tahun ini, gelombang pertama dari mereka masuk kerja. Dari sini, Millennials harusnya bukan lagi generasi yang aneh. Bisnis yang tanggap akan segera pasang kuda-kuda untuk Gen-Z. Melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah dan memperhatikan apa yang mereka inginkan. Pasar akan betul-betul berubah.

Kelompok ini cenderung punya pikiran instan. Mereka lebih dari sekedar tanggap komputer, ponsel, tablet, dan atau video game, tapi lebih terkoneksi dan dipenuhi kesenangan-kesenangan fantasional. Punya kesabaran psikis yang…

View original 431 more words

Pulang

Pada akhirnya semua akan Pulang.

Bukan sekedar rumah.

Bukan sekedar tempat tinggal.

Bukan sekedar orang tua.

Bukan sekedar kekasih.

Tapi,  pada perasaan yang sebenar-benarnya.

Apakah rumahmu yang kamu rindukan?

Apakah penghuninya?

Apakah kontrakan mungilmu yang kamu rindukan?

Atau pelukan hangat kekasihmu?

Sederhana, tapi bermakna.

Sederhana, tapi kompleks.

Jadi, pulang kemana kamu malam ini?

Yang Baru

feMz:

so, who are you? who are we?

Originally posted on LINIMASA:

JUJUR saja, saya masih lumayan samar soal arti kata hipster sampai saat ini. Istilah yang selalu digunakan dalam setiap suasana dan kesempatan selama setahun terakhir, terlebih di lingkungan pergaulan dan khalayak anak muda kota besar Indonesia yang cukup eksklusif. Sampai muncul kesan mblenek saking seringnya, juga upaya keras banyak orang agar mampu mencapai status tersebut.

Dari sejumlah asumsi pribadi, hipster sama dengan gaul dalam makna konotatif. Mereka yang tergolong dan dinilai pantas mendapat predikat hipster pasti identik dengan hal-hal kekinian. Dengan sejumlah preferensi (baca: gaya, mode, filosofi, prinsip, idealisme, You name it) yang tidak pasaran, mereka akrab dengan tren-tren terbaru, bisa bergaya maksimal atasnya, termasuk mampu memberdayakannya, minimal untuk tampil beda dan menarik perhatian sekitar. Mohon dikoreksi bila saya salah mengartikan.

A person who is unusually aware of and interested in new and unconventional patterns.” – kata kamus Merriam-Webster.

Akan tetapi, belum lagi redup popularitas status hipster

View original 980 more words

Ah, Millennials

feMz:

no, i am not truly millennials :p

Originally posted on LINIMASA:

Selesai libur lebaran, aku menemukan muka-muka baru di kantor. Masih muda. Segar dan berpenampilan kasual. Satu diantara mereka bahkan punya Tatto di wajah. Mereka bawa laptop sendiri. Pakai headphone saat bekerja. Makan siang sendiri. Mejanya rapi. Ndak ada kertas atau alat tulis. Apalagi buku. Bagian personalia bilang, paling cuma dua minggu, liat aja.

Apakah ada yang terbiasa dengan penggolongan generasi? Atau teori gelombang perdadaban? Aku pikir dua faham itu masuk akal. Papaku lahir di generasi Baby Boomers. Beberapa tahun setelah Perang Dunia II. Secara umum, mereka kalangan penyusun ulang pranata sosial yang hancur karena kekacauan dunia. Mama lahir sebagai generasi Jones. Akhir dari masa Baby Boomers. Kakakku lahir di generasi X. Semua serba budaya Pop. Aku sendiri sebagai generasi MTV atau Generasi Y? Masih dalam perdebatan. Karena aku lebih suka Trace Urban dan Iyeth Bustami ketimbang MTV. Mari kita tengok Generasi Y (baca: Millennials).

image

Masih ada keragu-raguan kapan kiranya Millennials…

View original 1,180 more words

Ah, Millennials

feMz:

no, i am not a trully millennials :P

Originally posted on LINIMASA:

Selesai libur lebaran, aku menemukan muka-muka baru di kantor. Masih muda. Segar dan berpenampilan kasual. Satu diantara mereka bahkan punya Tatto di wajah. Mereka bawa laptop sendiri. Pakai headphone saat bekerja. Makan siang sendiri. Mejanya rapi. Ndak ada kertas atau alat tulis. Apalagi buku. Bagian personalia bilang, paling cuma dua minggu, liat aja.

Apakah ada yang terbiasa dengan penggolongan generasi? Atau teori gelombang perdadaban? Aku pikir dua faham itu masuk akal. Papaku lahir di generasi Baby Boomers. Beberapa tahun setelah Perang Dunia II. Secara umum, mereka kalangan penyusun ulang pranata sosial yang hancur karena kekacauan dunia. Mama lahir sebagai generasi Jones. Akhir dari masa Baby Boomers. Kakakku lahir di generasi X. Semua serba budaya Pop. Aku sendiri sebagai generasi MTV atau Generasi Y? Masih dalam perdebatan. Karena aku lebih suka Trace Urban dan Iyeth Bustami ketimbang MTV. Mari kita tengok Generasi Y (baca: Millennials).

image

Masih ada keragu-raguan kapan kiranya Millennials…

View original 1,180 more words