Hari ini #bukber rakyat se-Kantor! ๐Ÿ˜ป
Acaranya mulai dari bagi2 ta’jil – bikin cupcakes – berbuka puasa (makan) bersama – ngebungkus makanan berlebih – dan updating foto divisi kami (mumpung lagi kumpul) ๐ŸŽ‰

Ini dia versi lengkap divisi HC #RUMA, yaiyyy!! ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜˜

View on Path

Watching Terminator: Genesis

The moment when you can twist the past the future and the present.
May we called it “the present past future tense” ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›

Sure, i ll be back because the future isnt set yet! ๐Ÿ˜‰

#arnieisback #latepost

Watching Terminator: Genesis

View on Path

Tentang keluarga babi ๐Ÿฝ๐Ÿท๐Ÿ–
#repost

Pig: Babi muda dengan berat kurang dari 50 kg.
Pork: Daging babi.
Swine: Daging babi untuk seluruh spesies babi.
Hog: Babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg.

Boar: Babi liar, babi hutan, atau celeng.
Lard: Lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun.
Bacon: Daging hewan yang diasapi, terutama babi.
Ham: Daging babi bagian paha.

Sow: Babi betina dewasa (namun istilah ini jarang digunakan).
Sow milk: Susu yang dihasilkan dari babi.
Bak: Daging babi dalam bahasa Tiongkok. Misal: Bak Kut Teh, bakkwa.
Char siu, cha siu, char siew: Mengacu hidangan kanton berupa daging barbeku.

Cu Nyuk: Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam makanan siomay dan bubur.
Rou: Babi dalam bahasa Mandarin, misalnya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.
Dwaeji: Daging babi dalam bahasa Korea, biasanya digunakan sebagai varian dalam bulgogi dan galb.
Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.

Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi.
Butaniku: Sebutan daging babi dalam bahasa Jepang.
Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya digunakan untuk toping ramen.
Nibuta: Hidangan Jepang berupa pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah.

B2: Sebutan untuk makanan yang berbahan daging babi di daerah Batak dan Yogyakarta.
Khinzir: Nama untuk babi dalam bahasa Arab dan Melayu

View on Path

Bikin Sendiri Surga Duniamu

feMz:

makaaaaannan hipster! ;D

Originally posted on LINIMASA:

Berbuka puasa rasanya seperti Surga dunia. Setetes kesejukan yang jatuh ke kerongkongan yang kering. Makanya banyak restoran dan cafe yang menawakan tajil. Bahkan beberapa memberikannya secara gratis kalau kita memesan makanan juga. Well, pasti udah ada hitung-hitungannya sihโ€ฆ

Padahal banyak sajian pencuci mulut atau tajil itu bisa dibikin sendiri dengan mudah. Pasti banyak yang berpikir jatuhnya lebih mahal. Tapi kalau dihitung dari kuantitas, kualitas dan kepuasannya, tak ada yang bisa menandingi. Dengan kata lain, kita bisa bikin Surga dunia kita sendiri.

1. Lychee Ice Tea

Sering banget kita kesel kalo di pesan ini di cafe, dikasih Lychee yang cuma sebutir. Mentok 3 butir. Itu pun dengan harga yang bikin lebih kesel. Padahal, bisa bikin sendiri loh!

Caranya, beli sekaleng Lyche yang biasanya sudah bercampur dengan sirup. Dan Nu Green Tea Less Sugar. Buka kalengnya Lychee, sisihkan. Buka Nu Green Tea dan tuang ke gelas (yang kalau mau dicampur es batuโ€ฆ

View original 901 more words

Bagi sanak-sanak nan nio terlibat di pulangkampuang.com ko bisa email ka

mail.pulangkampuang@gmail.com
Subject : Nio Ikuik
Isi email : Namo+No Hp Sanak

Saatnyo nan mudo mamacik :)

#Repost @faldomaldini

ใƒปใƒปใƒป
Halo urangminang sedunia. Ambo Faldo, kampuang Pasisia, gadang di Padang. Ambo ado inisiatif jo kawan dari Batusangka, namonyo @zmselvin .

Kami nio mambuek semacam wadah untuak menghubungkan urang awak nan ado di rantau dan di kampuang. Inisiatif ketek ko adalah sebuah kontribusi nan mudo mudo (yang masih berjuang lo) untuak ranah minang nan samo samo wak cinto .

Dunsanak sadonyo, kok berkenan mohon dukungannyo yo, sanak bisa meluncur ka web http://www.pulangkampuang.com (masih pre launching) .

Ambo sangat berharap kawan kawan sadonyo bisa memberi masukan dan komentar terkait idenyo. Di web tu ado juo informasi baa caro nio terlibat mah. Dunsanak sadonyo bisa kirim email ka mail.pulangkampuang@gmail.com dengan subjek “nio ikuik”. Isi emailnyo jo namo + no HP sanak yooo .

Do’akan sanak. Saatnyo nan mudo nan “maoyak”! Hehe

#pulangkampuang #minangkabau #sumaterabara – with Darma Sri Yani , Citra, Mirza, and Fuji

View on Path

Detoxing prevents Draining

Tanpa disengaja minggu lalu saya ikut seminar bertema “detox your friendship”. Ada test sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetauhi siapa saja yang worth waktumu:

1. list nama orang-orang yang paling sering berINTERAKSI dengan kamu,

# Tinggal satu atap dengan orang tua tetapi tidak pernah ketemu, dengan alasan kesibukan. maka itu BUKAN interaksi.

# LDR dengan pasangan tapi sering texting dan telponan, itu Interaksi.

2. lalu hitung waktunya berapa jam per hari atau per minggu,

3. kemudian tentukan ย hasilnya positif atau negatif.

# Negatif, bukan berarti orangnya negatif. tapi dampaknya negatif ke kamu, walaupun misalnya tujuan ybs benar dan baik. contoh: Ibumu melarang berpacaran dengan si X karena dia pemabuk dan penjudi. Ibumu benar, tapi efeknya kamu jadi sering menghindar atau kesal dengan ibumu karena kamu jadi merasa tertekan selalu dinasehati harus putus dengan X. *maaf contohnya ekstrim*

# Positif (penjelasannya idem vice versa). Bisa saja temanmu Y membawa pengaruh buruk (in fact) untukmu, tapi tiap di dekat dia kamu merasa bahagia. *maaf contohnya ekstrim, lagi*

Kalau bingung menentukan Positif atau Negatif biasanya dikarenakan faktor emosional. Kita sangat dekat dengan dia, makanya kita tidak percaya kalau ternyata dia Negatif buat kita.Kalau tidak mau ribet sebenarnya tidak perlu bikin list juga bisa. Kita lakukan secara instan dan spontan ketika berinteraksi dengannya.

Saya sebenarnya juga sudah cukup lama memilah-milah teman, tapi tetap berkenalan dengan siapapun.ย 

Belakangan, jumlah WA Group saya bertambah. Sengaja dan tak sengaja di add sana sini, dengan maksud untuk memperluas networking dan khasanah. sekarang saya lagi struggle dengan salah satu grup, dimana (sialnya) saya jadi salah satu adminnnya.

berbeda pendapat itu wajar, tapi sayangnya sering kali maksud awal mau diskusi tapi malah jadinya debat dan menyerang personal. terlalu banyak bercanda dan tidak pernah serius. grup terlalu rame-rame bully bercanda super tidak penting. Dikasih masukan malah dibilang woles aja. IT DRAINS ME, A LOT!

Kembali ke bahasan di atas, negatif itu jika kita merasa setelah berhubungan dengan ybs kita merasa lelah. energi serasa diserap habis, terkuras. maka sebaiknya dihindari.

Saya sudah dua kali left. pertama, dengan pengunduran diri tertulis. kedua, saat memancing diskusi tapi malah dianggap tidak santai. dua-dua nya ย tetiba di re-add. kaget dan kesal, tapi jadi tidak enak. saya sudah bilang alasan saya di grup dan termasuk dengan beberapa yang PM saya.

saya sudah mematikan notifikasi, tapi karena rame teu puguh melulu selalu nongol di paling atas. pilihannya memang saya yang kelaur, atau mengeliminasi oknum-oknum provokator.

saya memang tidak sempurna, tapi saya belajar selalu lebih baik dari yang lebih baik. hampa rasanya kalau hidup hanya untuk senang-senang tak berujung.

sekarang saya gimana? cuma banyak-banyak elus dada sendiri. Sabar, itu kata mereka.