Ada Cerita di Balik Cerita: Kanker, Operasi, dan BPJS

Natalia's Blog

Saya mau berbagi cerita tentang kondisi yang baru-baru ini saya alami di dalam keluarga saya, tepatnya dialami oleh ayah saya. Ayah baru saja menjalani operasi pengangkatan kanker, dan puji Tuhan seluruh biaya operasinya ditanggung BPJS Kesehatan.

Sebagai latar belakang, anggota keluarga dari keluarga inti saya terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak perempuan, yaitu kakak saya, saya sendiri, dan adik saya. Tahun lalu, Ibu saya telah dipanggil oleh Tuhan setelah kurang lebih satu setengah tahun diketahui mengalami kondisi penyakit kanker yang disebut Multiple Myeloma, yaitu kanker pada plasma darah.

Awal Cerita
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya sekitar bulan Juli 2014 setelah Lebaran, ayah saya menemukan adanya benjolan pada kulitnya di dekat daerah selangkangan (yaitu di daerah skrotum). Ayah saya cukup sigap dan langsung berkonsultasi dengan dokter yang beliau kenal di kota tempat tinggal kami (Bogor) yaitu seorang dokter spesialis penyakit dalam yang juga sedang dalam proses mempelajari onkologi (bidang ilmu yang mempelajari…

View original post 2,365 more words

Advertisements

Bersatu Lawan Pilpres Curang

gerakan dukungan terhadap Capres-Cawapres dalam Pilpres 2014 ini sungguh berbeda dalam tahun-tahun sebelumnya di Indonesia. Energi yang begitu besar dari kalangan masyarakat tanpa ada hubungannya dengan partai politik tertentu atau non partisan bermunculan, seperti yang terjadi pada masing-masing kandidat Capres dan Cawapres.

semakin mendekati Pemilu Presiden tanggal 09 Juli 2014 ini berita-berita mengenai kecurangan dalam proses Pilpres terus bermunculan, bahkan laporan-laporan mengenai upaya penyogokan masyarakat pemilih juga terdeketeksi keman-mana. tampaknya laporan-laporan yang masuk ke Bawaslu belum ditangani dengan baik dan efektif.

Nadia Nasoetion, Nia Dinata, Imbi Pulungan dan Nadia Hastarini adalah sekumpulan individu yang memiliki kekhawatiran atas jalannya proses Pilpres, tergugah untuk memberikan kontribusi untuk membantu menghindari terjadinya kecurangan dalam proses Pilpres dengan menggagas sebuah gerakan dengan platform social media sebagai salurannya yaitu “Lawan Pilpres Curang” pada hari Selasa, 24 Juni 2014.

Gerakan “Lawan Pilpres Curang” merupakan gerakan yang dibuat secara organik yang bertujuan untuk memberikan informasi bahwa masing-masing warga negara dapat ikut serta mengawasi pemilu presiden yang jujur, adil, dan menghindari kecurangan tersebut.

Gerakan “Lawan Pilpres Curang” merupakan gerakan yang netral dan tidak disokong oleh Capres dan atau partai politik manapun. Gerakan “Lawan Pilpres Curang” mengajak dan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi jalannya Pemilu Presiden sampai pada pengawasan perhitungan suara dan pengawalan hasil perhitungan suara.

Gerakan “Lawan Pilpres Curang” menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat senantiasa ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pilpres 2014 dengan menggunakan social media sebagai salurannya. masyarakat dapat dengan mudah mengirimkan temuan kecurangan atau jalannya pengawasan pemungutan suara dari tempat terdekat serta mengirimkan hasil perhitungan suara dari TPS masing-masing pemilih dan menginformasikan kepada Team Lawan Pilpres Curang melalui:

http://www.facebook.com/lawanpilprescurang
lawanpilprescurang@gmail.com
bit.ly/lawanpilprescurang

twitter & IG : @lawanpcurang
hashtag : #LawanPilpresCurang & #JanganGolput
telp: 0812 9099 0017

Selain itu Gerakan “Lawan Pilpres Curang” juga menyediakan, leaflets yang dibagikan oleh relawan-relawan yang tersebar di sepuluh Kabupaten dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilpres 2014 tertinggi menurut sumber dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yaitu:
1. Garut
2. Pemalang
3. Bandung
4. Bandung Barat
5. Kota Bogor
6. Sukoharjo
7. Pati
8. Grobogan
9. Brebes
10.Lombok Timur

Mari semua bersama-sama mewujudkan Pemilu Presiden yang jujur, bersih dan damai dengan mengawasi, melihat, merekam dan melaporkan bila ada pelanggaran yang terjadi. Mari kita LAWAN PILPRES CURANG.

Siaran Pers ini dikeluarkan di Koiki restoran (Senopati Suites) senin kemarin, 07 Juli 2014. dan jika ada yang kurang jelas bisa menghubungi Mimma sebagai publicist-nya di mimmapratami@gmail.com

____________________________________
… i am goanna add some more later on… seee you 🙂

Peluncuran Buku “Menggagas Indonesia Masa Depan”.

Jakarta, Rabu, 19 februari 2014. Panglima TNI 2007-2010 Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (Djokosan) yang kini aktif selaku Ketua dewan Pembina Ormas Lembaga Indonesia Adil, Sejahtera, Aman (ASA) meluncurkan buku “Menggagas Indonesia Masa Depan”.

Beliau menjelaskan pemikiran dan analisisnya tentang kepemimpinan nasional & cita-cita Indonesia sebagai bangsa besar di masa yang akan datang. Harapannya, buku ini dapat memberikan dorongan bagi lahirnya pemikiran & paradigma baru tentang kepemimpinan nasional di masa mendatang. Sehingga selanjutnya akan muncul seorang pemimpin yang sanggup membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, mandiri & berdikari.

Menurut beliau: seorang pemimpin bangsa harus memiliki ketegasan dalam aturan main yang sudah ditentukan konstitusi ; punya komitmen untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan keamanan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya ; pemimpin juga harus melaksanakan apa yang sudah diamanatkan konstitusi tersebut secara tegas dan konsisten.

Pemimpin indonesia harusnya tidak hanya punya tingkat popularitas tinggi, namun harus punya kapasitas & kompetensi yang tinggi, didukung oleh rekam jejak kepemimpinan yang jelas.

Djokosan dianggap bersih dari pelanggaran HAM & korupsi. Beliau juga tokoh dibalik reformasi TNI, dan bisa tegas terhadap Malaysia & Amerika.

Dari Video pembukaan yang ditayangkan terdapat beberapa fakta tentang Indonesia (data tahun 2012):
• Indeks Prestasi Manusia Indonesia berada dalam Medium Development yaitu urutan 124 dari 187 negara (dengan trend selalu menurun).
• Keterampilan SDM indonesia berada di urutan 42 dari 59 negara.
• lebih dari 50% masyarakat indonesia hanya lulusan SD.
• Tingkat pengangguran Indonesia 6,14%
• 30 juta penduduk (+12%) konsumsi perbulan kurang dari Rp 230.000 / bulan.
• 57 juta penduduk (+24%) konsumsinya Rp 233.000 – Rp 280.000 / bulan.
• Sedangkan menurut World Bank jumlah orang miskin 50,7% dengan konsumsi Kurang dari 2$ / hari
• 13juta orang tidak punya rumah
• Urutan kelima masalah gizi buruk
• 4,5% dari 22 juta balita mengalami gizi buruk
• Hutang sudah mencapai 1.944,14 T dan dibayar dengan APBN pertahunnya sebesar 322,709 T. 200+ untuk bayar hutang pokok dan 122+ untuk bunga.
• Kenaikan ekonomi dibanggabanggakan naik 6,5% tp nyatanya GAP si miskin & kaya makin besar.

Peserta dapat dua buku: buku yang dilaunching dan satu buku khusus tentang pemikiran beliau dan kabinet Indonesia ASA.

Ada yang mengatakan ini adalah barisan sakit hati. Ada juga yang bilang, yasudahlah pak anda kan sudah usia lebih baik urus cucu biar bisa jadi pemimpin bangsa. Karena mereka juga bilang, sekarang saatnya yang muda yang berkarya.

Satu catatan kecil saya tentang menggagas indonesia masa depan. Apakah bukan lebih baik dimulai dari hal yang kecil dulu yaitu, DATANG TEPAT WAKTU. Peserta bisa datang on time bahkan lebih awal, pembicara kok terlambat? 🙂

Salaman dan Cium Tangan

salaman (hand shake) mempunyai arti saling memberi salam dengan saling berjabat tangan. Nah, untuk masyarakat Indonesia yang memiliki budaya timur (which not that east anymore, recently) salaman akan berubah menjadi CIUM TANGAN jika yang lebih muda bertemu dengan yang lebih tua dan dilakukan (harusnya) dengan khidmat, dimana ybs kira kira range usianya seperti orang tua si yang lebih muda / ybs adalah orang yang disegani.

yang gue tau cium tangan yang benar adalah: si lebih muda (anak) mengambil telapak tangan kanan ybs (orang tua) dengan tangan kanannya <– sejauh ini ritual yang ini masih benar. lalu si anak dengan menunduk atau membungkuk (untuk mempermudah) menyambut punggung telapak tangan ybs lalu dibawa ke arah wajahnya dan didaratkan di hidung ditekan sedikit kearah bibir dan dicium (tapi nggak basah ya!) <– NAH RITUAL INI YANG DISELEWENGKAN. Gampangnya kalo liat film barat ada laki yang mencium tangan wanita, ya kira kira begitulah.

Penyelewengan ini bergeser sudah cukup lama. waktu gue masih SMP / SMA juga udah mulai menjamur, ntah karena dianggap terlalu take time atau berlebihan atau ybs ga suka tangannya dicium atau ybs tangannya kudisan. maka pada prakteknya jadi semacam begini:

  • telapak tangan ybs baru setengah jalan menuju wajah anak, sudah terhenti. bisa karena kelakuan si anak atau ybs langsung narik tangannya. kalo gue jadi anak maka gue bakal bete. hih, tau gitu gue salaman aja :p
  • telapak tangan ybs mendarat cuma dikening anak
  • telapak tangan ybs mendarat di pipi kanan atau kiri anak
  • telapak tangan ybs mendarat di bibir saja
  • si anak gamau cium tangan lg ke ybs soalnya ada sesuatu sama tangannya
  • atau dilakukan dengan proper tapi dengan kecepatan tingkat dewa sehingga kekhusyukannya berkurang.

kalau dilihat secara langsung maka menurut gue yang paling konyol ya yang tiga besar diatas. menilik kejadian tersebut jadi gue sekarang kalo cium tangan ya yang benar benar perlu aja. sisanya maka gue akan hanya salaman dengan mantap, mata bersinar, dan penuh percaya diri. Atau gaya abang none (salaman pelit ujung jari doank) atau sekalian salaman agamis (yang muhrim ga boleh bersentuhan) HAHAHA..

jadi, kamu ikut golongan yang mana? 😉