LoKer

Dicari URGENT dalam minggu ini: Perempuan, pengguna android minimal ice cream sandwich, tampang menarik, usia17-28 thn, domisili jakarta dan sekitarnya. Pekerjaan satu bulan sebagai pengguna aplikasi chatting. Kerjanya bisa idle aja, sambil online ngga perlu ke lokasi tertentu. Fee utama 1 juta. Akan ada incentive dgn syarat tertentu.
Please contact Shinta 08176471097. Thanks.

View on Path

Aku Suka Kamu

aku suka kamu.

wah.. kalau ada yang ngomong gini ke kamu pasti rasanya berjutaaaaa. apalagi kalau yang ngomong gini adalah orang yang kamu suka. sehingga nantinya jalan ceritanya adalah kamu dan dia bersatu menjalin hubungan per-patjar-an. hihihi..

well.. siapapun itu yang ngomong ke kamu gini layaknya ya harus disyukuri. karena mencari orang yang dicintai lebih sulit daripada mencari orang yang bisa kita cintai 🙂

nah, kejadian yang gue alamin ini. unutk hal ini. bukan mau ngebahas tentang romansa (belum, mungkin) akan tetapi membahas dunia kerja. jadi, dalam waktu yang berdekatan ada dua orang yang bilang “aku suka kamu” ke gue dengan versi dan caranya masing masing untuk mengungkapkan kesenangannya sama gue.

pertama, gue mengucapkan alhamdulillah dalam hati dengan seyuman manis di bibir dan semburat merah di pipi serta mata yang berbinar.

kedua, gue berdebar. kenapa? karena itu berarti mereka bakal expect lebih ke gue. nah, kalo gitu biasanya kejadian kejadian kecil bisa bikin senewen kalo tidak gue lakukan dengan benar. sama kya kamu bisa sebel ke patjar akan hal yang kalau dilakukan orang lain, ga bakal masalah buat lo. ga cuma itu, mereka ini juga kenal gue belom lama. am i too good bring my own self? hihihi

dan sayangnya, mereka dari dua tempat kerja yang berbeda. 

anyway, those condition bring more confidence to me. happy working!! 🙂

 

Mengapa “follow your passion” adalah saran yang menyesatkan

if you wanna love what you do: DO what Steve Jobs did NOT what He said.

>140 characters

Dari Holstee.com Dari Holstee.com

Catatan singkat tentang penerjemahan “passion” menjadi renjana:
Saya berencana menulis topik ini dalam Bahasa Indonesia. Tantangan pertama yang saya hadapi adalah menerjemahkan kata “passion” itu sendiri. Seringkali dalam konteks ini “passion” diterjemahkan menjadi “semangat”, dan ini  terlalu longgar. Kadangkala “passion” dialihbahasakan menjadi “hasrat”. “Hasrat” adalah sinonim dari keinginan, sehingga lebih cocok untuk menerjemahkan “desire“. 

Dalam kamus Bahasa Inggris (Oxford), definisipassion” adalah “strong and barely controllable emotion“. Google Translate menyarankan kata “renjana” untuk “passion“. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan “renjana” sebagai “rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi”). Dengan demikian, saya rasa cukup tepat menerjemahkan “passion” menjadi “renjana”. Kata “renjana” memang belum umum, tapi mungkin kita bisa mulai mempopulerkannya.

***

Sama seperti di beberapa negeri lain, sebagian kelas menengah urban di Indonesia sedang getol mengikuti “the cult of passion

View original post 1,045 more words

Motivation Letter #10: Jangan takut “jual kecap”

Erasmus+ scholarship

kecap-no-1
(Gambar diambil dari http://ridertua.com/)

Pernah dengar “jualan kecap nomor 1“?
Kalau belum, coba google deh.
Kalau dari hasil google saya sih, kebanyakan ngomongin tentang janji politik baik dari parpol ataupun calon pemimpin.
Secara garis besar, mungkin bisa diartikan janji-janji yang bombastis, yang sangat menyenangkan kalau bisa terwujud (pertanyaannya, bisa diwujudkan atau tidak?). Misalkan saja janji salah satu mantan cagub DKI Jakarta di sini.

Tanpa bermaksud meng-generalisir seluruh orang Indonesia, saya mengerti, sebagai orang Indonesia, adat kita sebagai orang “timur” cenderung introvert, sungkan, dan malu-malu.
Misalnya saja, kalau di kelas, biasanya mahasiswa/i Indonesia akan cenderung diam, tidak terbiasa untuk mengungkapkan ide atau menanyakan pertanyaan yang (kita anggap) sepele kepada guru/dosen. Hal ini sangat berbeda dengan mahasiswa/i dari negara “barat” yang begitu bebas berekspresi dan bertanya banyak hal. Bagi mereka, salah tidak menjadi soal, namanya juga toh pembelajaran.

Nah, dari sekian banyak motivation letter yang minta…

View original post 215 more words