Ga kerasa yah udah Lebaran #selfnote

I have to admit that my previous Lebaran is no longer much fun. It just like any other holiday but with ketupat and loads of food, wishes, silaturahmi, baju baru, dan mudik. Keluarga gue udah lama meninggalkan mudik, kami hijrah ke Jakarta. Baju baru? We can buy new clothes anytime yes. However, disunahkan untuk (memang) memakai pakaian baru atau bagus atau  yang paling kamu senangi. So,  yeah it is related. Silaturahmi? Keluarga  besar dan dekat di Jakarta masih dalam hitungan jari. Wishes? Ahh.. technology almost replace it. Foods? This one still unbeaten :p

THR makes lebaran is like adventure, particularly for kids and teens. Semua bocah berlomba-lomba untuk salaman sama banyak tetua, datang ke  rumah saudara sebanyak mungkin, bersikap manis all the time, dan pastinya punya  sinyal kuat saat pembagian THR, and so on. THR yang mereka dapat bisa langsung dihamburkan atau ditabung untuk tujuan yang lebih mulia. Lumrah, membandingkan jumlah THR  yang didapat dengan peers. Mengingat siapa yang ga ngasih, ngasih standar dan the highest are pretty sure have been done.

Some adult actually masih dapat THR atau memberikan THR. Both is fun and create happiness J

But wait, sebegitu sajakah arti Lebaran?? It sounds very annually. Benarkah ini hari kemenangan buat kita semua? Benarkah kita sudah melakukan yang terbaik dengan Ramadhan sehingga pantas disebut pemenang?  Benarkah? Benarkah?

Yap, for the very first time in my whole life. I am literally sad with LEBARAN. Ga kerasa yah udah Lebaran, now become berry real. Ga kerasa udah Lebaran padahal puasa gue belom sempurna, Ga kerasa udah Lebaran padahal taraweh gue masih bolong-bolong, Ga kerasa udah Lebaran padahal belom sempet khatam Al-Quran, Ga kerasa udah Lebaran padahal udah dapet feelnya Itikaf, Ga kerasa udah Lebaran dan selama bulan Ramadhan pikiran gue cuma mau main serta buka bareng (bukber) sana-sini.

I disappoint myself. I am a disappointment. Padahal belum tentu gue bisa ketemu sama bulan Ramadhan lagi, padahal belum tentu ntar gue ibadahnya  bisa lebih  baik dari sekarang, padahal belum tentu gue masih sehat dan lapang seperti sekarang, padahal belum tentu gue bisa ngerasain nikmatnya Itikaf lagi, padahal belum tentu padahal belum tentu.

So, I do hope. We do hope we can make the best of ourself if we luckily meet Ramadhan again. Sebab ternyata, berlomba-lomba beribadah kepada-Mu begitu menyenangkan. Menenangkan. Membahagiakan. Dan menyadarkan bahwa kami tanpa Rahmat-Mu memang hanya remahan debu.

Anw, I am happy with (let’s say) my first Itikaf this year. Dulu sekali sepertinya gue pernah melakukannya, tapi mungkin karena kurang niat jadi ingatan akan itu HILANG. Malam pertama super males, malam kedua setengah males tapi akhirnya memutuskan untuk ke Masjid. And the rest made me realize that staying (worship) all night long in Mosque for 10 days without sleep IS A POSSIBLE THING TO DO. Forget about your body (whatever) rights to sleep, goddamn IT HAPPENS ONCE A YEAR! You can manage your sleep in the noon or event take annual leave from the office. These Itikaf and Lailatul Qodar worth for 1000 months (around 83,333 years) Merit, uhmmm.. whatever you do at that time :p

The challenges are apakah kita bisa mempertahankan level keimanan yang dijaga selama Ramadhan? Masih mau repot-repot nahan segala macam hawa nafsu? Masih mau ngasih banyak sedekah? Masih mau rajin sholat? Masih mau tadarusan? Masih mau? Masih mau?

Wallahualam.

P.S: jangan lupa puasa Syawal enam hari (bisa nyicil atau berturut-turut). Buat wanita, bisa syawalan dulu baru bayar hutang puasanya. Jika kamu puasa Syawal setelah puasa Ramadhan maka pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun berturut-turut. All the  best!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s