Detoxing prevents Draining

Tanpa disengaja minggu lalu saya ikut seminar bertema “detox your friendship”. Ada test sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetauhi siapa saja yang worth waktumu:

1. list nama orang-orang yang paling sering berINTERAKSI dengan kamu,

# Tinggal satu atap dengan orang tua tetapi tidak pernah ketemu, dengan alasan kesibukan. maka itu BUKAN interaksi.

# LDR dengan pasangan tapi sering texting dan telponan, itu Interaksi.

2. lalu hitung waktunya berapa jam per hari atau per minggu,

3. kemudian tentukan  hasilnya positif atau negatif.

# Negatif, bukan berarti orangnya negatif. tapi dampaknya negatif ke kamu, walaupun misalnya tujuan ybs benar dan baik. contoh: Ibumu melarang berpacaran dengan si X karena dia pemabuk dan penjudi. Ibumu benar, tapi efeknya kamu jadi sering menghindar atau kesal dengan ibumu karena kamu jadi merasa tertekan selalu dinasehati harus putus dengan X. *maaf contohnya ekstrim*

# Positif (penjelasannya idem vice versa). Bisa saja temanmu Y membawa pengaruh buruk (in fact) untukmu, tapi tiap di dekat dia kamu merasa bahagia. *maaf contohnya ekstrim, lagi*

Kalau bingung menentukan Positif atau Negatif biasanya dikarenakan faktor emosional. Kita sangat dekat dengan dia, makanya kita tidak percaya kalau ternyata dia Negatif buat kita.Kalau tidak mau ribet sebenarnya tidak perlu bikin list juga bisa. Kita lakukan secara instan dan spontan ketika berinteraksi dengannya.

Saya sebenarnya juga sudah cukup lama memilah-milah teman, tapi tetap berkenalan dengan siapapun. 

Belakangan, jumlah WA Group saya bertambah. Sengaja dan tak sengaja di add sana sini, dengan maksud untuk memperluas networking dan khasanah. sekarang saya lagi struggle dengan salah satu grup, dimana (sialnya) saya jadi salah satu adminnnya.

berbeda pendapat itu wajar, tapi sayangnya sering kali maksud awal mau diskusi tapi malah jadinya debat dan menyerang personal. terlalu banyak bercanda dan tidak pernah serius. grup terlalu rame-rame bully bercanda super tidak penting. Dikasih masukan malah dibilang woles aja. IT DRAINS ME, A LOT!

Kembali ke bahasan di atas, negatif itu jika kita merasa setelah berhubungan dengan ybs kita merasa lelah. energi serasa diserap habis, terkuras. maka sebaiknya dihindari.

Saya sudah dua kali left. pertama, dengan pengunduran diri tertulis. kedua, saat memancing diskusi tapi malah dianggap tidak santai. dua-dua nya  tetiba di re-add. kaget dan kesal, tapi jadi tidak enak. saya sudah bilang alasan saya di grup dan termasuk dengan beberapa yang PM saya.

saya sudah mematikan notifikasi, tapi karena rame teu puguh melulu selalu nongol di paling atas. pilihannya memang saya yang kelaur, atau mengeliminasi oknum-oknum provokator.

saya memang tidak sempurna, tapi saya belajar selalu lebih baik dari yang lebih baik. hampa rasanya kalau hidup hanya untuk senang-senang tak berujung.

sekarang saya gimana? cuma banyak-banyak elus dada sendiri. Sabar, itu kata mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s