review: Bulan di atas Kuburan (2015)

poster film Bulan di atas Kuburan

poster film Bulan di atas Kuburan

tadinya saya tidak mau menyertakan poster film ini. akan tetapi sayang, kalau film sarat makna ini dianggap film horor (tak bermutu) yang kemudian dilirik untuk sekedar mau tau saja tidak.

rio dewanto. itu catching stuff di benak saya. sehingga ketika liat promosi film ini saya tidak langsung serta merta ketakutan (iya, ini bukan film horor) dan apatis. iya, saya penikmat film. termasuk film dalam negeri, Film Indonesia. karena saya tahu, ga semua orang indonesia nonton film indonesia. mereka terlalu bangga dengan produk impor yang terkadang sama-sama sampah, tetapi tanpa malu-malu dikunyah lahap.

oke, balik lagi ke review hahah..

tadinya di hari minggu lalu, saya berencana nobar BDAK. akan tetapi keputusan saya tentatif karena hari minggu latihan renang. biasanya, kalau main air suka lupa diri :p

tak dianya, minggu hampir siang saya di mention di twitter oleh wanita tak dikenal. katanya begini: “haii, kamu mau itket nobar BDAK film aku ga? soalnya aku gabisa dateng nihh :)” langsung lah tanpa tedeng aling-saling saya bilang mau.

padahal agak mumet juga bagi waktunya. soalnya berarti saya punya waktu cuma sampai jam 4 sore untuk menuntaskan 3 kegiatan saya di hari itu. agak kelimpungan juga sih, tapi biar saya tidak mengecewakan kebaikan orang lain dan tidak mubazir tiket maka walau badai menghadang (kemarin jakarta hujan besar) dan waktu sempit akhirnya saya sampai dengan keadaan basah sana sini. dan telat masuk studio sekitar 3 – 5 menit.

oke oke,, ini reviewnya.

jakarta itu keras. diumpamakan sebagai kuburan atau septic tank penuh tinja.

di jakarta itu, kamu perlu teman. kalau bukan teman berarti ya musuh

sukuisme? jong ambon dan jong batak bersaing disini. yang punya skill (mungkin) bisa selamat. yang tidak? ya cuma akan bekerja kasar bahkan kriminal. cuma bikin sesak jakarta saja, ring the bell?. betul, jakarta lakonnya antagonis di sini.

tidak ada masalah dengan akting para pemainnya. isinya pun bertabur bintang. hampir di setiap scene ada bintangnya. yang suka jakarta, maka mungkin bakal keasikan nebak-nebak lokasianya dimana saja. kya geng mbak-mbak sebelah gue yang ribut dengan suara keras. GENGGES!

film remake karya alm.asrul sani memang tentang kritik sosial. pas banget sih dengan kegundahgulanahan para Jakartans. baik kita kaum menengah ngehek, atasnya atau bawahnya, pendatang atau lokal.

mungkin setelah menontonnya jantungmu tak akan berdegup kencang bahagia, atau berdecak kagum dengan mata berbinar. tapi satu hal, film ini seakan bertanya balik kepada kita. kita jadi tokoh apa disana. apa yang kita lakukan di jakarta. kenapa kita pergi dari kampung. apakah yang kita lakukan sudah benar. apakah jakarta merubah kita, atau sebaliknya? bukan sih, ini memang bukan hanya tentang jakarta.

pengalaman menyenangkan ini berdurasi dua jam, jadi jangan lupa kelarin hajat atau bawa snacks (if needed).

orang batak pasti seneng deh, soalnya bawa budaya mereka banyak banget plus lagu-lagu pengiringnya ^^

ini pilihan trailernya:

https://www.google.co.id/search?q=bulan+diatas+kuburan+trailer&rlz=1C1SAVM_enID565ID565&oq=bulan+diatas+kuburan&aqs=chrome.4.69i57j0l5.8578j0j7&sourceid=chrome&es_sm=0&ie=UTF-8

P.S:

1. makasih buat mbak nia yang ngasih aku tiket. dan akhirnya ga cuma bisa nonton tapi dapet diskon 10% dari wing stop. yumm!

2. buat bapak yang gue ga kenal, tapi bersedia dan ikut bahagia dengan tiket sisa yang gw punya. #guemahgituorangnya

udah ngajakin temen buat nonton, tapi gagal bersama salah satu dari mereka karena satu dan lain hal. disitu saya sedih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s