Salaman dan Cium Tangan

salaman (hand shake) mempunyai arti saling memberi salam dengan saling berjabat tangan. Nah, untuk masyarakat Indonesia yang memiliki budaya timur (which not that east anymore, recently) salaman akan berubah menjadi CIUM TANGAN jika yang lebih muda bertemu dengan yang lebih tua dan dilakukan (harusnya) dengan khidmat, dimana ybs kira kira range usianya seperti orang tua si yang lebih muda / ybs adalah orang yang disegani.

yang gue tau cium tangan yang benar adalah: si lebih muda (anak) mengambil telapak tangan kanan ybs (orang tua) dengan tangan kanannya <– sejauh ini ritual yang ini masih benar. lalu si anak dengan menunduk atau membungkuk (untuk mempermudah) menyambut punggung telapak tangan ybs lalu dibawa ke arah wajahnya dan didaratkan di hidung ditekan sedikit kearah bibir dan dicium (tapi nggak basah ya!) <– NAH RITUAL INI YANG DISELEWENGKAN. Gampangnya kalo liat film barat ada laki yang mencium tangan wanita, ya kira kira begitulah.

Penyelewengan ini bergeser sudah cukup lama. waktu gue masih SMP / SMA juga udah mulai menjamur, ntah karena dianggap terlalu take time atau berlebihan atau ybs ga suka tangannya dicium atau ybs tangannya kudisan. maka pada prakteknya jadi semacam begini:

  • telapak tangan ybs baru setengah jalan menuju wajah anak, sudah terhenti. bisa karena kelakuan si anak atau ybs langsung narik tangannya. kalo gue jadi anak maka gue bakal bete. hih, tau gitu gue salaman aja :p
  • telapak tangan ybs mendarat cuma dikening anak
  • telapak tangan ybs mendarat di pipi kanan atau kiri anak
  • telapak tangan ybs mendarat di bibir saja
  • si anak gamau cium tangan lg ke ybs soalnya ada sesuatu sama tangannya
  • atau dilakukan dengan proper tapi dengan kecepatan tingkat dewa sehingga kekhusyukannya berkurang.

kalau dilihat secara langsung maka menurut gue yang paling konyol ya yang tiga besar diatas. menilik kejadian tersebut jadi gue sekarang kalo cium tangan ya yang benar benar perlu aja. sisanya maka gue akan hanya salaman dengan mantap, mata bersinar, dan penuh percaya diri. Atau gaya abang none (salaman pelit ujung jari doank) atau sekalian salaman agamis (yang muhrim ga boleh bersentuhan) HAHAHA..

jadi, kamu ikut golongan yang mana?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s