Refleksi Publik 15 tahun Demokrasi di Indonesia

09 januari 2013. Four Seasons Hotel, Jakarta. Survei ini merupakan CSR SMRC (Saiful Mujani Research & Consulting).

Pengertian Demokrasi:

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bertumpu pd adanya kebebasan memperebutkan dukungan massa untuk jabatan jabatan publik strategis.

Kuncinya adalah “kebebasan”. Tidak ada kebebasan maka tidak ada demokrasi.

Demokrasi bukan kesejahteraan, tp demokrasi bisa menjadi jalan realistik utk mencapai kesejahteraan yang berkesinambungan (Amartya Sen)

Beberapa poin penting yang bisa saya rangkum:
• Indonesia telah memulai praktek demokrasi pada pemilu demokratis pertama th 1999 setahun setelah Orde Baru runtuh (1998)
• Munculnya gejala “Kaum Demokrat Kritis” (mujani, Liddle, Ambaurdi 2014). Critical Democrats adalah sikap & perilaku warga yg punya komitmen tinggi terhadap demokrasi, tp cukup rendah dalam menilai kinerja demokrasi & kinerja pemerintahan yg berdiri di atas fundamen demokrasi. Mereka menuntut pelaksanaan demokrasi secara optimal, dan karena itu cenderung kritis pada praktek demokrasi, dengan tetap yakin bahdwa demokrasi adalah sistem terbaik / the lesser evil dibanding sistem lain
• Penilaian terhadap kinerja demokrasi banyak dipengaruhi oleh kinerja pemerintah. Bila kinerja pemerintah dinilai baik maka rakyat juga cenderung akan menilai bahwa kinerja demokrasi baik.
• Yang paling mempengaruhi penilaian atas kinerja pemerintah adalah tingkat pendidikan, kelompok umur dan urbanisasi.
• Warga pedesaan, berumur senior, dan kurang berpendidikan cenderung menilai positif kinerja pemerintah.
• Demokrasi indonesia kemungkinan akan menjadi semakin sehat dengan membesarnya kaum demokrat kritis.

Sesi yang paling menarik adalah dari Prof. Dr. Salim Said seorang guru besar di beberapa institusi, berikut kutipan paparan beliau:

» Aristoteles: bangsa yang rakyat miskinnya lebih banyak dari rakyat kayanya maka politiknya akan tidak stabil. Rakyat miskin akan berusaha menggulingkan pemerintahan, BUKAN UNTUK menciptakan keadaan yang lebih baik akan tetapi untuk menikmati apa yang dirasakan oleh Penguasa. Jadi ini dilakukan untuk kepentingan golongan.

» Nabi Muhammad SAW: kemiskinan dekat dengan kekufuran.

Demokrasi itu hanya untuk bangsa yang tingkat peradabannya sudah tinggi. Dan saat ini Indonesia sedang membangun peradaban (karena memang peradaban kita belum setinggi itu). Saat ini kita seperti anak murid yang duduk manis kalau gurunya ada didepan kelas. Tapi kalau gurunya keluar kita lempar lemparan kapur.
Jadi selama ini bukan sistemnya yang salah tapi yang menjalankannya.

Demokrasi di negara yang peradabannya sudah tinggi (sudah bagus) maka bisa dilihat keadaannya aman aman saja. Baik baik saja.

Indonesia sendiri adalah Negeri buatan, sama seperti Amerika Serikat & Rusia (serta beberapa negara lain). Kita dikutuk seperti ini dan tidak boleh bubar. Kenapa? Karena kalau bubar mau kembali kemana?? Rootnya apa?
¤ Karena kalau Cina bubar, masih ada bangsa cina. Kalau Korea bubar, masih ada bangsa Korea. Dsb.
¤ Kalau amerika bubar? Tidak ada bangsa amerika. Rusia bubar? Ga ada bangsa rusia. Masyarakatnya balik lagi jadi bangsa Kazakstan, Turkmenistan, dll.
¤ Begitupun Indonesia. Kalau bubar, bangsa Indonesia itu seperti apa? Orang jawa tengah saja tidak mengakui orang jawa timur orang jawa. Begitupun dengan orang sunda. Jadi ya mau ga mau negara Indonesia itu bakal selalu ada hahaha..

Yang ditakutkan saat ini bukan disintegrasi bangsa, tapi huru hara. Jangan sampai terjadi Democratic Fatigue seperti yang terjadi di Mesir atau Filipina th 1976.

Mari kita menyempurnakan Undang Undang. Organize yourself! KITA HARUS MENGAMBIL PERAN jangan hanya mengandalkan DPR dan Presiden. Karena mereka ya bakal cuma mikirin mereka.

Jadii, jangan stress atau darah tinggi ngeliat keadaan negara sekarang. Akui saja peradaban kita belum tinggi untuk menjalankan demokrasi ;)))) *ngakak tingkat dewi*

One thought on “Refleksi Publik 15 tahun Demokrasi di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s