Hati untuk Hatinya

Faizal Iskandar

Image

“Yang suka ngasih hati di Path itu pacar kamu?”

“Bukan.”

“Mantan pacar?”

“Bukan juga.”

“Admirer? Penggemar? Fans?”

“Sepertinya.”

“Oh pantes..”

“Kenapa?”

“Keliatan banget capernya.”

 

Sekarang akan kujelaskan sedikit tentang siapa dua orang dalam percakapan di atas. Yang bertanya adalah aku. Yang menjawab adalah perempuan yang baru saja kukenal di twitter sebulan yang lalu.

Awalnya sederhana saja. Dia sering membaca blogku, menanyakan beberapa hal tentang film, musik, dan tulisan, mengirim DM yang haha hihi dan agak kurang jelas, sampai kemudian kami berteman di Path, bertukar nomor telepon, larut dalam chat-chat kurang jelas (juga) menjelang tengah malam hingga jam tiga pagi, sampai akhirnya kami membuat janji bertemu, kemudian duduk berdua di coffee shop setelah menonton film di bioskop sepuluh menit yang lalu. 

 

“Kenapa nggak pasang foto asli di Twitter dan Path?”

“Nggak perlu pasang foto juga tadi kamu bisa langsung mengenaliku kan?”

“Hmm.. Cantikmu ke mana-mana sih. Susah buat nggak…

View original post 61 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s