Gayatri Wailissa: Gadis 16 Tahun yang Menguasai 19 Bahasa

femmiLiciouzs:

funtastic marvelloux !!

Originally posted on Indonesia Proud:

gayatri di indonesiaproud wordpress com Gayatri Wailissa memang bukan anak gadis biasa, kemampuannya melebihi anak seusianya. Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini (16 tahun), dia telah mampu mendunia dengan mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, Gayatri bahkan menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia.

Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty ini. Keterbatasan materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.

View original 1,000 more words

Review: Her

Gue screening film ini hari kamis di Blok-M square, dapat undangan dari tante Rayni. some days before Oscar dan sebelum muncul di bioskop Indonesia :) yes, it is another #latepost :p

waktu tau judul filmnya “Her” gue cuma googling, liat gambarnya dan casts-nya. sinopsis? ga gue baca sama sekali :D jadi gue ga punya ekspektasi berlebihan sama film ini dan emang less idea bakal ngapain aja selama dua jam-an ntar.

Her is a 2013 American science fiction romantic comedy-drama film written, directed, and produced by Spike Jonze. The film stars Joaquin PhoenixAmy AdamsRooney MaraOlivia Wilde, and Scarlett Johansson as the voice of Samantha. The film centers on a man who develops a relationship with an intelligent computer operating system (OS) with a female voice and personality. 

pembukaan film ini dibuka dengan unik, nyeritain kerjaan si Theo (Joaquin Phoenix) sebagai penulis surat. dan bertahun-tahun sebagai penulis surat permainan kata-katanya indah dan menyentuh. sepertinya dia memang semacam superstar di perusahaan tersebut. sayangnya, ketajaman speak Theo tidak berbanding lurus dengan kehidupan romansanya. dan cerita bermula dari sini. 

Pacaran sama OS?! kecanggihan, helpful, and manipulated-nya OS. Teknologi canggih masa depan yang memang bisa dianggap masuk akal (tidak berlebihan). semuanya emang layak dianugrahi “Best Original Screenplay” di Oscar.

ga cuma akting Joaquin yang kece, bahkan SEKEDAR SUARANYA Scarlett aja bisa bikin kita super kesengsem. berkali-kali gue berdecak-decak dan ketawa-ketawa selama menonton. film ini berbeda, penuh dengan permainan kata serta hati. romansa yang smart dan ga menye-menye doang.

jadi, selama masih tayang di bioskop jangan ragu-ragu unutk menontonnya. atau anda bisa mengoleksi DVD originalnya nanti. too good to be unwatched.

happy romance good people! :)

Review: 99 Cahaya di Langit Eropa part 2

Film 99 Cahaya di Langit Eropa part 2 melakukan Gala Premiere pada hari senin, 05 maret 2014 di Epicentrum XXI.

Para hadirin dapat goodie bag yang sangat menyenangkan, yang terdiri dari: small notes, Tshirt, air mineral, SuperO2 385ml, dan beberapa produk dari Wardah sebagai sponsor utama (Sunscreen Gel SPF30 40ml, Acne Cleansing Gel 60ml, Creamy Body Butter 100ml with strawberry (special edition)).  

Gala Premiere & pers conference tidak hanya dihadiri oleh casts akan tetapi beberapa pesohor seperti: Amien rais, 
Marissa Haque, Merry Riana & suami, Willy Dozan, Zeezee shahab, Allan Wangsa, dll.

Film ini dibintangi oleh: Acha Septriasa (Hanum), Abimana (Rangga), Alex Abbad (Khan), Dewi sandra, VJ Marissa (Marrja), VJ Nino (Stephen), dan Raline Shah (Fatma).

Part 1 film ini menceritakan tentang kehidupan seorang istri (Hanum) yang menemani suaminya mengambil gelar Doktor disalah satu universitas di Vienna. Karena tidak ada kesibukan maka Hanum mengambil kursus bahasa jerman sehingga lebih mudah mendapat pekerjaan. Di saat kursus Hanum berkenalan dengan seorang muslim asal Turki, Fatma. mereka berteman dan Fatma menceritakan sejarah dan peradaban islam di Eropa.

Bagian kedua film ini lebih sarat intrik. Intrik antara Hanum – Rangga – Marrja. Intrik Khan – Stephen. Kehidupan Asye (putri Fatma). Intrik intrik ini semakin membuat kita mendalami karakter tiap peran dan cukup menyentuh dari sisi emosi. 

Dari sisi agama, film ini cukup membukakan mata dan mengajarkan untuk berfikir rasional & diplomatis.

Cuma menurut saya Islam yang ditampilkan masih setengah setengah. Ntah itu karena memang penerapan islamic way of life nya juga masih belum menyeluruh dari pemerannya (ingat, ini based on true story) atau bagaimana.

Kenapa? Karena setau saya Nabi Muhammad SAW itu membenci makan sambil berdiri apalagi sambil jalan. Akan tetapi ada satu scene Hanum & satu scene Rangga yang menampilkan hal itu. 

Dan yang membatalkan wudhu itu bukan bersentuhan dengan lawan jenis tapi hadas besar dan hadas kecil. Kalo bersentuhan dengan lawan jenis ya memang hakikatnya dilarang. Tapi untuk hal ini saya agak maklum karena memang masih banyak yang salah kaprah.

Overall di bagian kedua ini lebih bagus dan berisi dibanding bagian pertama. Serta Ada beberapa touchy moment yang buat kita mikir.

Jadi, bagaimana perjalanan Hanum & Rangga di Eropa? Hikmah apa yang bisa mereka ambil selama di Eropa? Apa yang mereka lakukan setelahnya? Mari saksikan di bioskop terdekat mulai tanggal 06 maret 2014.

Mari belajar sejarah sambil melihat lihat eropa sekaligus memajukan perfilman Indonesia!! ;)

Review: 12 Years a Slave

kebiasaan gue kalau mau nonton tak berbayar. gue jarang banget baca sinopsis atau reviewnya dulu. kenapa? biar ntar setelah nonton gue samakan persepsi dengan sinopsis / reviewnya, meminimalisir ekspektasi, dan memberikan lebih banyak faktor kejutan. nonton berbayar pun gue jarang baca sinopsis kecuali bingung pilih film apa. biasanya gue lebih sering ngandelin bisik-bisik tetangga. kalo most people bilang bagus, ya berarti memang bagus. kalo ada yang bilang bagus, ada yang bilang jelek, mending gue beli DVD nya aja hahha…

gue tau tentang film ini udah lama sejak JIFFEST November 2013. katanya sih bagus dan ada BRAD PITTnya. tapi waktu itu jadwalnya emang lagi ga pas sama gue. but yes, ive been waiting to watch this movie.

Gue screening ini udah lama, hari jumat pagi. sebelum masuk bioskop Indonesia dan sebelum Oscar. bodohnya gue, gue ga ngeh kalo judulnya punya arti 12 tahun perbudakan. hahah.. terakhir gue nonton tentang (mirip) perbudakan, atau lebih tepatnya penindasan terhadap HAM yaitu film Black Venus. buat yang belum nonton, kalian harus nonton!!

12 Years a Slave is a 2013 British-American historical drama film and an adaptation of the 1853 memoir Twelve Years a Slave by Solomon Northup, a New York State-born free African American man who was kidnapped in Washington, D.C., in 1841 and sold into slavery. He worked on plantations in the state of Louisiana for twelve years before his release.

Perbudakan di Amerika terjadi di daerah selatan, sedangkan Solomon berasal dari utara. bisa dibayangin yaa,, gimana pedihnya kehidupan Solomon selama 12 tahun dijadikan budak. kita ngerjain pekerjaan rumah aja suka kesel, nah dia dijadikan budak. BUDAK! dan sayangnya orang orang yang bertanggung jawab atas kejadian ini tidak ada yang terjerat hukum. bangcat. Penyebab kematian Solomon juga tidak diketahui sampai sekarang.

alurnya dibuat maju mundur. seru deh! tapi emang selama nonton bawaannya bakal depresi. gue nangis (literally Onion’ CRYING) 2,5 setengah kali.

1. waktu seorang budak wanita dipisahkan dari anak-anaknya

2. waktu seorang budak wanita dicambukin

0,5. waktu Solomon dikembalikan lagi ke keluarganya.

i voted this movie as one of the best movie in my life. dan bener kata orang, kalo abis nonton  film sedih biasanya kita bakal feeling better. terasa lega. bersyukur sama kehidupan yang kita punya, yang susahnya ga seberapa. we are gonna feel better, a happiness. abis nonton gue masih pengen punya momen nangis sendiri, sesenggukan. menikamti mata sembab dan pipi merah gue. dan menghela nafas serta geleng geleng kepala berkali2.

Pemainnya bagus. karakternya juga diperankan dengan baik. Brad Pitt (as Bass) pun pinter banget pilih peran (secara dia juga one of Producers. Bass datang cuma sebentar, tapi bisa kasih solusi pamungkas yang ditakuti semua orang, yang dari awal emang jadi orang baik.

menurut gue sih ga ada yang cacat dari film ini. yang cacat ya kelakuan para majikan budak tersebut. mengaku bangsa beradab tapi memperlakukan manusia lain sebagai barang hanya karena warna kulit. gue sih emang marah banget ya sama bangsa Amerika itu. bisa dilihat dibeberapa film mereka sih, mereka gapunya harta tapi kerjaannya menduduki territory orang lain. yang paling gue inget mah film Avatar.

tonton film ini. resapilah. menangislah. dan bersyukurlah atas hidupmu :))

Aku Suka Kamu

aku suka kamu.

wah.. kalau ada yang ngomong gini ke kamu pasti rasanya berjutaaaaa. apalagi kalau yang ngomong gini adalah orang yang kamu suka. sehingga nantinya jalan ceritanya adalah kamu dan dia bersatu menjalin hubungan per-patjar-an. hihihi..

well.. siapapun itu yang ngomong ke kamu gini layaknya ya harus disyukuri. karena mencari orang yang dicintai lebih sulit daripada mencari orang yang bisa kita cintai :)

nah, kejadian yang gue alamin ini. unutk hal ini. bukan mau ngebahas tentang romansa (belum, mungkin) akan tetapi membahas dunia kerja. jadi, dalam waktu yang berdekatan ada dua orang yang bilang “aku suka kamu” ke gue dengan versi dan caranya masing masing untuk mengungkapkan kesenangannya sama gue.

pertama, gue mengucapkan alhamdulillah dalam hati dengan seyuman manis di bibir dan semburat merah di pipi serta mata yang berbinar.

kedua, gue berdebar. kenapa? karena itu berarti mereka bakal expect lebih ke gue. nah, kalo gitu biasanya kejadian kejadian kecil bisa bikin senewen kalo tidak gue lakukan dengan benar. sama kya kamu bisa sebel ke patjar akan hal yang kalau dilakukan orang lain, ga bakal masalah buat lo. ga cuma itu, mereka ini juga kenal gue belom lama. am i too good bring my own self? hihihi

dan sayangnya, mereka dari dua tempat kerja yang berbeda. 

anyway, those condition bring more confidence to me. happy working!! :)

 

Mengapa “follow your passion” adalah saran yang menyesatkan

femmiLiciouzs:

if you wanna love what you do: DO what Steve Jobs did NOT what He said.

Originally posted on >140 characters:

Dari Holstee.com

Dari Holstee.com

Catatan singkat tentang penerjemahan “passion” menjadi renjana:
Saya berencana menulis topik ini dalam Bahasa Indonesia. Tantangan pertama yang saya hadapi adalah menerjemahkan kata “passion” itu sendiri. Seringkali dalam konteks ini “passion” diterjemahkan menjadi “semangat”, dan ini  terlalu longgar. Kadangkala “passion” dialihbahasakan menjadi “hasrat”. “Hasrat” adalah sinonim dari keinginan, sehingga lebih cocok untuk menerjemahkan “desire“. 

Dalam kamus Bahasa Inggris (Oxford), definisipassion” adalah “strong and barely controllable emotion“. Google Translate menyarankan kata “renjana” untuk “passion“. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan “renjana” sebagai “rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi”). Dengan demikian, saya rasa cukup tepat menerjemahkan “passion” menjadi “renjana”. Kata “renjana” memang belum umum, tapi mungkin kita bisa mulai mempopulerkannya.

***

Sama seperti di beberapa negeri lain, sebagian kelas menengah urban di Indonesia sedang getol mengikuti “the cult of passion

View original 1,045 more words